Sunday, August 15, 2010

Tausiyah Ramadhan (Hari V)

"Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulul Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Rasul dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."
-QS. An-Nisa': 59-

ps. Manusia hidup itu sudah ada garis dan ketentuannya. Tidak baik mengingkari tanda-tanda yang diisyaratkan Allah kepada kita. Tanda-tanda itu ada dimana-mana. Kita memang harus peka dengan sekitar kita. Kesempatan itu datang dari Allah dan pilihan itu ada pada manusia. -Bintang Jatuh, tapi saya nggak pernah percaya sama bintang jatuh, musyrik!-

Saturday, August 14, 2010

Tausiyah Ramadhan (Hari IV)

Tahu doa sapujagat kan? Saya suka membacanya setelah semua doa saya panjatkan. Saya khusus menempatkannya di akhir bacaan doa-doa saya. Doa yang menurut saya sangat indah, semua keinginan saya tercakup di dalamnya.

Doa ini terdapat dalam QS. Al-Baqarah ayat 201:
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka."

Rasulullah saw menyebut doa sebagai otak ibadah. Mengapa? Karena di setiap ibadah pasti ada doa. Doa adalah senjata orang mukmin. Doa mampu menjangkau hal yang sulit diraih. Doa mampu melintasi nalar logika dan rumus matematika. Tak ada yang tidak untuk doa. Kecuali, tentu saja doa untuk menghalalkan yang haram.

Lalu, mengapa doa dalam surat Al-Baqarah ayat 201 itu istimewa? Karena disana terdapat kondisi ideal seorang mukmin, kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kebahagiaan dunia terbagi atas lima jenis:
1. Istri yang sholehah/ suami yang sholeh
Sebab, sebaik-baik perhiasan dunia adalah istri sholehah, begitu sabda Nabi saw. Lalu, siapakah wanita sholihah itu? QS. An-Nisa ayat 34 menjelaskan hal ini, yakni mereka yang taat pada Allah dan Rasulnya serta menjaga dirinya ketika suaminya tidak ada.
2. Rumah yang luas
Sebab, dalam rumah yang luas terdapat kelapangan hati
3. Sehat wal afiat.
Yakni sehat baik fisik maupun mental. Apalah artinya sehat fisik jika akal kurang waras dan sebaliknya?
4. Kesabaran
5. Kekuatan aqidah

Sementara kebahagiaan akhirat adalah:
1. Masuk surga
2. Cepatnya perhitungan hisab
3. Dapat bertemu dengan Allah swt ketika hari akhir tiba
4. Dijauhkan dari siksa api neraka

Semoga kita mendapat keduanya, kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat, aaamiiin..

ps. Doa berbuka puasa: "Allahumma laka shumtu, wa 'ala rizqika afthortu, dzahabaz zhomau wabtalatil 'uruuqu, wa utsbital ajru, insya Allah.."

Artinya: Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka, telah hilang rasa haus dan telah basah kerongkongan dan telah tetap pahalanya Insya Allah”
(HR. Bukhori)

Friday, August 13, 2010

Tausiyah Ramadhan (Hari III)

Suatu hari saya bertanya pada seorang teman tentang kamera. "Menurut lo, bagusan Canon apa Nikon?"

Jawabannya buat saya agak mengejutkan, "Buat gue, milih kamera kayak milih agama. Sama aja semuanya. Tergantung yang mana yang nyaman sama lo."

Sebenarnya, saat itu saya ingin bertanya lebih lanjut. Tapi untuk menghindari konflik, saya memilih diam sambil mendumel di hati, "Kalo semua agama sama, kenapa lo pilih agama ini?"

Innaddina indallahil Islam. Sesungguhnya agama yang diridhoi di sisi Allah adalah Islam. Islam bukannya menyangkal perbedaan. Namun, bukan berarti menyamaratakan prinsip keimanan. Menurut saya, Islam adalah agama yang unik. Di satu sisi memiliki prinsip aqidahnya sendiri dan di sisi lain ada hubungan antar manusia yang harus dijaga (hablum minannas). Di dalam hablum minannas inilah setiap muslim wajib menghormati orang lain.

Intinya, seorang muslim harus bertoleransi dengan umat lain dalam hal muamalah. Tapi tidak dalam ranah ibadah. Dalam suatu riwayat yang saya ambil dari buku Asbabun Nuzul, Latar Belakang Historis Turunnya Ayat-Ayat Al-Qur'an, dikemukakan bahwa kaum kafir Quraisy berkata kepada Nabi saw, "Sekiranya engkau tidak keberatan mengikuti kami (menyembah berhala) selama setahun, kami pun akan mengikuti agamamu selama setahun pula."

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Umayyah bin Khalaf bertemu Rasulullah saw. Ia berkata pada Rasul, "Hai Muhammad! Mari kita bersama menyembah apa yang kami sembah, dan kami pun akan menyembah apa yang engkau sembah. Kita bersekutu dalam segala hal, dan engkaulah yang memimpin kami."

Rasulullah terdiam selama beberapa saat. Ia tak tahu jawaban yang akan disampaikan. Allah swt kemudian menurunkan QS. Al Kafirun ayat 1-6 yang secara tegas menolak hal tersebut. Lakum dinukum waliyadiin. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.

Bukankah begitu indahnya toleransi dalam Islam? Lalu, toleransi mana lagi yang harus diperdebatkan?

"Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah pada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya."
-QS. An-Nisa': 63-

ps. Hikmahnya adalah, be brave, be strong, coz we are moslems!

Thursday, August 12, 2010

Tausiyah Ramadhan (Hari II)

Shaum/shiyam berbeda dengan puasa. Karena esensi shaum lebih dalam dari puasa. Ketika puasa bermakna menahan lapar dan haus, shaum berarti menahan diri dari segala hal yang membuat nilai shaum sia-sia, baik ucapan maupun perbuatan.

Menahan diri inilah yang sangat sulit. Seorang teman pernah berkata kepada saya bahwa kita tidak akan pernah berhasil menaklukkan dunia sebelum menaklukkan diri sendiri. Rasulullah saw bersabda bahwa jihad terbesar adalah jihad melawan hawa nafsu. Hawa nafsu itu bagai semut hitam yang berada di balik batu dalam kegelapan malam. Kecuali nafsu yang diridoi Allah, kita tidak pernah menyadari bahaya nafsu sampai nafsu tersebut membawa kita pada keburukan.

Di acara kultum kantor tadi, kami juga berdiskusi tentang doa seribu dinar. Kata seorang pimpinan rohani, dengan membaca doa seribu dinar (QS. Thalaq ayat 3), Allah akan memudahkan segala urusan kita, memberikan rizki yang luas dan mudah. Katanya, doa ini baik sebagai amalan kita sehari-hari. Caranya seperti meminum obat, 3x setiap habis shalat.

Kita kemudian bertanya dari mana sumbernya? Kata siapa? Mengapa kita selalu mengikuti kata ulama A atau ulama B tanpa mengetahui lebih lanjut sumbernya. Amalan terbaik adalah berdasarkan Qur'an dan Sunnah. Bukan berdasarkan ulama atau aulia. Saya sendiri khawatir ketika meyakininya sebagai amalan, saya menjadi lebih percaya pada amalannya dibanding makna doanya. Umat muslim seharusnyalah kritis.

Saya pikir kita sebaiknya mengambil esensi dari doa tersebut. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, Allah akan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka. Tentu saja karena orang yang bertakwa sangat dekat kepada Allah. Dan orang yang dekat kepada Allah akan mendapat berbagai nikmat dari-Nya.

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah karena bulan Ramadhan adalah tempat terkabulnya doa. Rasul saw bersabda tiga orang yang berdoa dan doanya dikabulkan adalah:
1. Doa orang yang bershaum
2. Doa musafir (orang yang berada dalam perjalanan jauh)
3. Doa orang yang dizhalimi

Dengan adanya Ramadhan, kita digembleng untuk menjaga semua ucapan dan perbuatan kita dari hal-hal yang tidak diridhoi Allah. So, fighting!

ps. Kenapa ya namanya hawa nafsu? Kenapa bukan adam nafsu? :P

Wednesday, August 11, 2010

Tausiyah Ramadhan (Hari I)

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah. Keberkahan-keberkahan itu adalah:

1. Adanya lailatul qadr, yakni suatu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan. Ngarep dot kom banget kan?
2. Berkah di malam saat makan sahur.
3. Dibukanya pintu-pintu surga.
4. Dilipangandakannya pahala. Yang tadinya 1 bisa meningkat hingga 70 kali lipat, wow!
5. Ditutupnya pintu neraka.
6. Dibelenggunya syaitonirrojim.
7. Bertambahnya rizki.

Sebenarnya shaum tidak hanya dilakukan oleh manusia. Beberapa hewan juga melakukannya. Salah satunya adalah ayam. Seekor ayam akan berpuasa penuh ketika sedang mengerami telurnya . Ia berpuasa untuk menjaga suhu badannya agar tetap hangat. Ayam tidak makan dan minum selama 21 hari agar telurnya dapat menetas dengan baik.

Sekarang bandingkan dengan kita. Bila ayam bisa menghasilkan telur yang menetas menjadi itik, mengapa kita tidak bisa menahan lapar dan haus untuk mendapatkan retasan telur pahala kita?

Hewan lain yang juga berpuasa adalah kupu-kupu. Sebelum menjadi kupu-kupu, ia berasal dari ulat. Ia kemudian menjalani metamorfosis. Proses "penahanan" untuk tidak makan dan minum yang memakan waktu berhari-hari. Ulat yang menjijikkan berubah menjadi kupu-kupu yang cantik. Begitu pula dengan kita. Bila kita berhasil melewati penggemblengan Ramadhan ini dengan sabar dan ikhlas, insya Allah, dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, kita akan menjadi bagian dari orang-orang yang bertaqwa.

ps. Ya Allah, jika suatu saat aku memiliki anak, bimbinglah aku untuk mendidiknya menjadi anak yang baik, amin.. *keki karena shalat di sebelah anak kecil yang nakalnya minta ampun!*

Saturday, July 17, 2010

Lelaki Sejati

Kisah ini terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab ra. Ada seorang pemuda kaya, hendak pergi ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Dia mempersiapkan segala perbekalannya, termasuk unta yang akan digunakan sebagai kendaraannya. Setelah semua dirasanya siap, dia pun memulai perjalanannya.

Di tengah perjalanan, dia menemukan sebuah tempat yang ditumbuhi rumput hijau nan segar. Dia berhenti di tempat itu untuk beristirahat sejenak. Pemuda itu duduk di bawah pohon. Akhirnya, dia terlelap dalam tidurnya yang nyenyak.

Saat dia tidur, tali untanya lepas, sehingga unta itu pergi ke sana ke mari. Akhirnya, unta itu masuk ke kebun yang ada di dekat situ. Unta itu memakan tanam-tanaman dan buah-buahan di dalam kebun. Dia juga merusak segala yang dilewatinya.

Penjaga kebun itu adalah seorang kakek yang sudah tua. Sang kakek berusaha mengusir unta itu. Namun, dia tidak bisa. Karena kuatir unta itu akan merusak seluruh kebunnya, lalu sang kakek membunuhnya.

Ketika bangun, pemuda itu mencari untanya. Ternyata, dia menemukan unta itu telah tergeletak mati dengan leher menganga di dalam kebun. Pada saat itu, seorang kakek datang.

Pemuda itu bertanya, "Siapa yang membunuh unta ini?"

Kakek itu menceritakan apa yang telah dilakukan oleh unta itu. Karena kuatir akan merusak seluruh isi kebun, terpaksa dia membunuhnya.

Mendengar hal itu, sang pemuda sangat marah hingga tak terkendalikan. Serta-merta, dia memukul kakek penjaga kebun itu. Naasnya, kakek itu meninggal seketika. Pemuda itu menyesal atas apa yang diperbuatnya. Dia berniat kabur.

Saat itu, datanglah dua orang anak sang kakek tadi. Mengetahui ayahnya telah tergeletak tidak bernyawa dan disebelahnya berdiri pemuda itu, mereka lalu menangkapnya.

Kemudian, keduanya membawa pemuda itu untuk menghadap Amirul Mukminin; Khalifah Umar bin Khattab ra. Mereka berdua menuntut dilaksanakan qishash (hukuman bagi orang yang membunuh) kepada pemuda yang telah membunuh ayah mereka.

Lalu, Umar bertanya kepada pemuda itu. Pemuda itu mengakui perbuatannya. Dia benar-benar menyesal atas apa yang telah dilakukannya.

Umar berkata, "Aku tidak punya pilihan lain kecuali melaksanakan hukum Allah."

Seketika itu, sang pemuda meminta kepada Umar, agar dia diberi waktu dua hari untuk pergi ke kampungnya, sehingga dia bisa membayar hutang-hutangnya.

Umar bin Khattab berkata, "Hadirkan padaku orang yang menjamin, bahwa kau akan kembali lagi ke sini. Jika kau tidak kembali, orang itu yang akan di-qishash sebagai ganti dirimu."

Pemuda itu menjawab, "Aku orang asing di negeri ini, Amirul Mukminin, aku tidak bisa mendatangkan seorang penjamin."

Sahabat Abu Dzar ra yang saat itu hadir di situ berkata, "Hai Amirul Mukminin, ini kepalaku, aku berikan kepadamu jika pemuda ini tidak datang lagi setelah dua hari."

Dengan terkejut, Umar bin Khatab berkata, "Apakah kau akan menjadi penjaminnya, wahai Abu Dzar... Wahai Sahabat Rasulullah?"

"Benar, Amirul Mukminin," jawab Abu Dzar lantang.

Pada hari yang telah ditetapkan untuk pelaksanaan hukuman qishash, orang-orang menantikan datangnya pemuda itu. Sangat mengejutkan! Dari jauh sekonyong-konyong mereka melihat pemuda itu datang dengan memacu kudanya. Sampai akhirnya, dia sampai di tempat pelaksananaan hukuman. Orang-orang memandangnya dengan rasa takjub.

Umar bertanya kepada pemuda itu, "Mengapa kau kembali lagi ke sini anak muda, padahal kau bisa menyelamatkan diri dari maut?"

Pemuda itu menjawab, "Wahai Amirul Mukminin, aku datang ke sini agar jangan sampai orang-orang berkata, 'tidak ada lagi orang yang menepati janji di kalangan umat Islam', dan agar orang-orang tidak mengatakan 'tidak ada lagi lelaki sejati, ksatria yang berani mempertanggungjawabkan perbuatannya di kalangan umat Muhammad saw."

Lalu, Umar melangkah ke arah Abu Dzar Al-Ghiffari dan berkata, "Dan kau wahai Abu Dzar, bagaimana kau bisa mantap menjamin pemuda ini, padahal kau tidak kenal dengan pemuda ini?"

Abu Dzar menjawab, "Aku lakukan itu agar orang-orang tidak mengatakan bahwa 'tidak ada lelaki jantan yang bersedia berkorban untuk saudaranya seiman dalam umat Muhammad saw'."

Mendengar itu semua, dua orang lelaki anak kakek yang terbunuh itu berkata, "Sekarang tiba giliran kami, wahai Amirul Mukminin, kami bersaksi dihadapanmu bahwa pemuda ini telah kami maafkan, dan kami tidak meminta apapun darinya! Tidak ada yang lebih utama dari memberi maaf di kala mampu. Ini kami lakukan agar orang tidak mengatakan bahwa tidak ada lagi orang berjiwa besar, yang mau memaafkan saudaranya di kalangan umat Muhammad saw."

Diambil dari buku Ketika Cinta Berbuah Surga karya Habiburrahman El Shirazy.

Sunday, June 13, 2010

Cara-Cara Yahudi

Yahudi memiliki berbagai macam cara untuk menyebarkan pahamnya kepada dunia, khususnya kepada umat Islam. Baik dari sistem ekonomi, sosial, maupun budaya. Begitulah yang disampaikan oleh Ustad Syarkafi hari ini dalam pengajian di Masjid Al-Muhajirin.

Allah menerangkannya dalam QS. Al-Baqarah ayat 120

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)." Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah."

Dalam pertikaian antara Israel dan Palestina, banyak anak-anak kecil dan warga sipil Palestina yang menjadi korban pembunuhan. Padahal Allah telah menetapkan hukum bagi Bani Israil QS. Al-Maidah ayat 32

"Oleh karena itu aku tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa barangsiapa membunuh seseorang, bukan membunuh karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia. Sesungguhnya Rasul Kami telah datang kepada mereka dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas. Tetapi kemudian banyak di antara mereka setelah itu melampaui batas di bumi."

Karenanya, umat Islam haruslah mengikuti syariat-syariat Islam. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam QS. Al-Jatsiyah ayat 18

"Kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah (syariat) itu dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui."

Juga dalam QS. Al-Mu'min ayat 4

"Tidak ada yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah, kecuali orang-orang yang kafir. Karena itu janganlah engkau (Muhammad) tertipu oleh keberhasilan usaha mereka di seluruh negeri."

Serta dalam firman Allah swt QS. Al-Ahzab ayat 36

"Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasulnya, maka sungguh, dia telah tersesat."

"Demi Allah wahai pamanku, jika seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan ini, aku tidak akan melakukannya hingga Allah memenangkannya atau aku binasa di hadapannya."
-Rasulullah saw-

ps. Entah mengapa, ustad-ustad yang bahasannya keras seperti Ustad Syarkafi atau Ustad Abu Bakar membuat saya sangat mengantuk. Hari ini, misalnya, saya hampir tertidur mendengarnya. Syaitan membuat mata yang harusnya membelalak terbuka terpejam rapat-rapat! Audzubillah...