Sunday, November 20, 2011
Asal-Usul Minangkabau
Orang-orang membuka perkampungan dan memberinya nama Pariangan. Lambat laun surut, daratan bertambah, dan orang-orang pun bertambah banyak. Maka dibukalah kampong kedua, Padang Panjang. Daerah sekitarnya disebut dengan Luhak Tanah Data. Datuak Tantejo Gerhano membuat balairung nan tujuh belas ruang. Di balai itulah hukum pertama bermasyarakat dibuat.
Hukum pertama disebut Simumbang Jatuah. Kedua disebut Sigamak-gamak dan yang ketiga disebut Silamo-lamo.
Partamo banamo simumbang jatuah, hukum jatuah wajib dituruiki, takadia pantang disanggah, walau zalim wajib disambah, hukum putuih parentah jatuah, hukum pancuang paralu putuih, hukum bunuah matilah badan, hukum buang jauhlah diri, hukum buang tinggilah bangkai, tak buliah dibandiang lai. Hukum putuih badan bapancuang, bapanggang kadalam api, dengan sakiro kalahiran, lah banyak mati basabab. Hukum bak rupo mumbang jatuah, bak hujan jatuah kakasiak.
Artinya tidak ada pembelaan untuk dakwaan yang sudah dijatuhkan. Hukum dijatuhkan sesuai dengan tuduhan yang telah dijatuhkan. Walaupun hukuman itu seharusnya tidak jatuh.
Kaduo sigamak-gamak. Kok ado karajo nan dikakok ataupun barang nan dibuek, basicapek nan dahulu, basikuek nan mangabiah, mano nan tampak lah diambiak, mano nan ado dikarajoan, indak dikana awa jo akhia, raso pariso tak ditaruah, asa dapek lah manjadi, sabaiak-baiak pakarajoan, saelok-elok aka budi, hinggo mukaruah maso kini, baitu tasuo ditarambo.
Maksudnya inisiatif dalam setiap kewajiban. Melebihi kemampuan yang ada.
Katigo silamo-lamo. Babana kapangka langan, batareh kaampu kaki, basasi kaujuang tapak, nan kareh makanan takiak, kok lunak makanan sudu, nan pantai batitih, nan lamah makanan rajiah. Kok ado batang nan malintang, dikarek dikabuang-kabuang, diputuih dikuduang tigo. Kok lai dahan nan mahambek dikupak dipatah duo, kok tampak rantiang nan kamangaik disakah dipalituakan, atau runciang nan kamancucuak ditukua dipumpum ujuang. Nan tinggi timpo manimpo, kok nan gadang endan maendan, kok panjang kabek-mangabek, nan laweh soak-manyaok.
Artinya tolong-menolong. Mengatasi kekurangan dan rintangan dengan tolong-menolong. Semua orang mendapatkan bagian yang merata dan sama.
Ketika Sri Maharajo Dirajo digantikan oleh anaknya yang bernama Suri Dirajo, timbul pemikiran bahwa ketiga hukum itu tidak lagi cocok untuk dijalankan sebab banyak orang tidak bersalah terhukum. Banyak masyarakat yang tidak bisa memenuhi kewajiban sosialnya sebagaimana dipaksakan oleh hukum. Dan orang tidak bisa mendapat bagian yang sama dengan kerja yang berbeda. Lalu muncullah hukum baru bernama Tarik Baleh.
Undang-undang tarimo tariak baleh, kok palu babaleh palu, nan tikam babaleh jo tikam, hutang ameh baia jo ameh, hutang padi baia jo padi, hutang kato baia jo kato.
Undang-undang tarik balas. Palu dibalas dengan palu. Tikam dibalas dengan tikam. Hutang emas dibayar emas, hutang padi dibayar padi, hutang kata dibayar kata.
Dari zaman Suri Dirajo hingga Datuak Sri Maharajo hukum it uterus dipakai. Dari perkawinan Datuak Sri Maharajo dengan Puteri Indahjaliah lahirlah dua anak, Sutan Maharajo Basa dan Puteri Jamilan. Tetapi umur Datuak Sri Maharajo tidak panjang. Ia meninggal ketika dua anaknya masih kecil. Puteri Indahjaliah kemudian menikah lagi dengan seorang cerdik pandai, Cati Bilang Pandai. Dari perkawinan ini lahirlah seorang anak benama Sutan Balun.
Penduduk terus berkembang, daerah pun diperluas hingga dibukalah daerah baru di lubuak Ranah Agam yang kemudian dikenal dengan Luhak Agam. Dan diperluas lagi hingga kaki Gunung Sago, karena lima puluh kaum yang pindah ke sana disebut Luhak Limo Puluah Koto. Pada masa itu, masyarakat Minangkabau masih menganut garis keturunan patrilineal, belum matrilineal seperti sekarang.
Ketika menginjak usia dewasa, Sutan Maharajo Basa menggantikan ayahnya yang sudah meninggal. Masa antara ayahnya meninggal sampai ia layak menduduki warisan ayahnya, segala urusan diwalikan kepada Cati Bilang Pandai. Sementara itu, Sutan Balun pun sudah dewasa dan ia mewarisi kecerdasan ayahnya, Cati Bilang Pandai.
Kejahatan semakin banyak seiring meningkatnya jumlah penduduk. Akibat pelaksanaan hukum Tarik Baleh, orang yang mati pun berlipat ganda. Sebab setiap kali ada yang terbunuh sudah pasti yang membunuh harus dibunuh pula. Sutan Balun resah merasa hukum Tarik Baleh tidak lagi sesuai dengan perkembangan yang ada. Ia menyampaikan keresahannya itu kepada Sutan Maharajo Basa. Hal itu membuat Sutan Maharajo Basa sulit untuk bersikap. Dalam hati ia membenarkan pendapat Sutan Balun, tetapi di sisi lain pikiran buruk pun melintas dalam benaknya. Ia takut orang akan takjub pada pemikiran Sutan Balun dan itu bisa mengancam posisinya sebagai daulat tertinggi. Ia menolak dengan keras usul itu. Sutan Balun menyingkir untuk sekian waktu dengan merantau hingga ke Negeri Cina. Sutan Maharajo Basa menyesali perlakuannya pada adik tirinya itu. Tetapi nasi telah menjadi bubur.
Hingga masa berganti, Sutan Balun kembali dari perantauan. Hukum Tarik Baleh masih berlaku. Sutan Maharajo Basa begitu senangnya mendengar berita kembalinya adik satu ibunya itu. Ia mengutus dubalang untuk menjemput Sutan Balun. Malang tidak bisa ditolak, Si Kumbang, anjing milik Sutan Balun menggigit dubalang hingga terluka parah. Rakyat menunggu keadilan dan keberanian Sutan Maharajo Basa untuk menegakkan hukum Tarik Baleh walaupun kepada adik sendiri.
Sutan Maharajo Dirajo gamang, takut untuk kedua kalinya ia akan membuat adiknya sakit hati. Tetapi hukum harus ditegakkan, wibawa raja harus dipertahankan di mata rakyat. Siapapun yang bersalah harus dihukum. Sutan Balun diajukan ke pengadilan. Hukum Tarik Baleh siap dipakai. Sutan Balun tertawa geli, ia punya dalil agar hukum Tarik Baleh wajib diganti. Kalau hukum Tarik Baleh hendak ditegakkan, Sutan Balun tidak pantas untuk didakwa. Yang pantas didakwa adalah Si Kumbang. Kalau Tarik Baleh benar mau ditegakkan maka hukum yang harus dijatuhkan adalah dubalang berhak untuk menggigit Si Kumbang karena Si Kumbang telah menggigit dubalang. Tegaklah hukum Tarik Baleh.
Masalahnya, apakah mungkin dubalang mau menggigit Si Kumbang?
Akhirnya Sutan maharaja Basa sepakat dengan Sutan Balun untuk mengganti Undang-undang Tarik Baleh. Mulai sejak itu muncullah tuah sakato, musyawarah untuk mufakat. Bagian tengah Balairung sari nan tujuh belas ruang dibawa ke Pagarruyuang yang disebut sebagai Balai nan Saruang. Dijadikan sebagai tempat merancang undang-undang baru. Delapan ruang sisa ke kanan dijadikan sebagai tempat berunding. Delapan ruang sisa ke kiri dijadikan sebagai tempat mendengarkan suara rakyat. Musyawarah untuk menentukan undang-undang baru dimulai. Untuk kali pertama, cerdik pandai dan tokoh rakyat dilibatkan.
Sutan Balun berpendapat karena orang ramai yang akan memakai hukum, maka hukum haruslah sesuai dengan keinginan orang banyak. Timbul mufakat, Sutan Balun diangkat menjadi pucuk pimpinan untuk perubahan hukum Tarik Baleh. Pada pertemuan berikutnya yang dihadiri oleh pucuk pimpinan rakyat Luhak nan Tigo, diambil mufakat lagi untuk mentapkan Sutan Balun sebagai pucuk pembuat undang-undang sekaligus menegaskan kembali Sutan Maharajo Dirajo sebagai pucuk pimpinan pemerintahan. Dari dua orang ini kemudian muncul lareh nan duo. Sutan Balun menurunkan Lareh Bodi Caniago dari kata “budi nan curiga” terhadap hukum lama. Sedangkan Sutan Maharajo Dirajo menurunkan Lareh Koto Piliang berasal dari “kato pilihan”. Ketentuan hukum adat itu terus berlaku. Lareh nan duo, luhak nan tigo.
Tugas selanjutnya adalah membuat adat dan lembaganya. Sutan Balun membagi adat menjadi dua bagian. Pertama, adat nan dibuhua mati dan kedua adat nan babuhua sintak. Adat nan dibuhua mati adalah adat yang tidak lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan. Ketentuan adat itu adalah hukum wajib yang harus dijalankan setiap nagari. Sedangkan adat babuhua sintak adalah ragam adat yang dibuat oleh masing-masing nagari sesuai dengan kondisinya masing-masing.
Sebenarnya, bentuk inilah yang menjadi idaman Plato, welfare state.
Disadur dari Negara Kelima karya E.S. Ito
Wednesday, October 19, 2011
Steve Job's Speech: You've Got to Find what You Love!
Cerita pertama adalah tentang menghubungkan titik-titik.
Saya drop out dari Reed College setelah 6 bulan pertama, tetapi kemudian tetap tinggal sebagai drop-in selama 18 bulan atau lebih sebelum saya benar-benar berhenti. Jadi, mengapa saya drop out? Ini dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah seorang mahasiswi muda dan belum menikah, dan dia memutuskan untuk memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi. Dia merasa sangat penting bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, jadi semuanya sudah siap bagi saya untuk diadopsi pada saat lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Kecuali bahwa ketika saya lahir, mereka berubah pikiran pada menit terakhir bahwa mereka ingin bayi perempuan. Maka orang tua angkat saya, yang ada di daftar urut berikutnya mendapatkan telepon di tengah malam yang menanyakan: “Kami memiliki bayi laki-laki yang tak terduga, apakah Anda berminat?” Mereka berkata: “Tentu saja.” Ibu kandung saya, kemudian mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak lulus kuliah dan ayah angkat saya tidak lulus SMA. Dia menolak untuk menandatangani surat adopsi akhir. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, ketika orang tua angkat saya berjanji akan menyekolahkan saya sampa perguruan tinggi.
Dan 17 tahun kemudian saya memang pergi ke perguruan tinggi. Tapi saya naif memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan “kelas pekerja” orang tua saya habis untuk biaya kuliah saya. Setelah enam bulan, saya tidak bisa melihat nilai di dalamnya. saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Dan di sini saya sudah menghabiskan seluruh tabungan seumur hidup orang tua angkat saya. Jadi saya memutuskan untuk drop out dan percaya bahwa semuanya akan bekerja keluar OK. Saat itu cukup mengerikan, tapi melihat ke belakang itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah dibuat. Menit pertama saya drop out saya bisa berhenti mengambil kelas-kelas disyaratkan yang tidak menarik minat saya, dan bisa memulai hal-hal baru yang kelihatan menarik.
Memang tidak semuanya romantis. Saya tidak punya kamar kos sehingga harus nebeng tidur di lantai kamar teman-teman, saya mengembalikan botol coca-cola bekas untuk mendapatkan kembalian 5 sen untuk membeli makanan, dan saya akan berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapatkan seporsi makanan yang pantas setiap seminggu sekali di Kuil Hare Krishna. Saya menyukainya. Dan banyak hal yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa penasaran dan intuisi, dan ternyata kemudian sangat berharga. Biarkan saya memberi Anda satu contoh:
Reed College pada waktu itu mengajarkan kaligrafi terbaik, mungkin terbaik di negeri ini. Setiap poster, setiap label di laci adalah kaligrafi indah dibuat dengan tangan. Karena sudah drop out dan tidak harus mengambil kelas normal, saya memutuskan untuk mengambil kelas kaligrafi untuk belajar bagaimana membuat kaligrafi (even Steve Jobs studied calligraphy!--iftirar.). Saya belajar tentang huruf serif dan san serif tipografi, tentang memvariasikan jumlah spasi antara kombinasi huruf yang berbeda, tentang apa yang membuat tipografi yang hebat. Itu indah, bersejarah, artistik halus dalam cara yang berbeda dengan sains, dan saya menemukan hal menarik.
Tak pernah dibayangkan sebelumnya bahwa semua hal tersebut akan dipraktekkan dalam hidup saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendesain komputer Macintosh yang pertama, semua kembali kepada saya. Dan kami merancang itu semua ke dalam Mac. Ini adalah komputer pertama dengan tipografi yang indah. Seandainya saya tidak Drop out dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki tipografi ganda atau spasi huruf proporsional. Dan karena Windows menjiplak Mac, kemungkinan bahwa tidak ada komputer pribadi yang akan memilikinya. Seandainya saya tidak Drop Out, saya tidak akan pernah jatuh di kelas kaligrafi ini, dan PC mungkin tidak akan memiliki tipografi yang indah yang mereka buat. Tentu saja mustahil untuk menghubungkan titik-titik itu sewaktu saya masih kuliah. Tapi itu sangat, sangat gamblang setelah sepuluh tahun kemudian.
Sekali lagi, Anda tidak dapat menghubungkan titik-titik jika hanya melihat ke depan, Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang (that's why i love history--iftirar). Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya pada sesuatu – intuisi, takdir, hidup, karma, apapun. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, dan itu telah membuat semua perbedaan dalam kehidupan saya.
Cerita kedua saya adalah tentang cinta dan kehilangan.
Saya beruntung – saya menemukan apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya memulai Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua di garasi menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami – Macintosh – setahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat dari perusahaan yang Anda dirikan? Yah, seperti pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya, dan untuk tahun pertama, semua berjalan lancar. Tapi kemudian visi kami mengenai masa depan mulai berbeda dan akhirnya kami sulit disatukan. Ketika itu, Dewan Direksi berpihak kepada mereka. Jadi di usia 30 saya keluar. Dilempar keluar. Apa yang menjadi fokus seluruh kehidupan dewasa saya telah hilang, dan itu menghancurkan.
Saya benar-benar tidak tahu apa yang harus lakukan selama beberapa bulan. Saya merasa bahwa saya telah mengecewakan generasi entrepreneur sebelumnya – bahwa saya telah menjatuhkan tongkat seperti yang diturunkan ke saya. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan mencoba meminta maaf karena telah mengacaukan begitu buruk. Saya gagal di depan semua orang, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Tapi sesuatu perlahan mulai menyadarkan saya – saya masih menyukai pekerjaan saya (me, in this phase--iftirar). Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah hal itu. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Jadi saya memutuskan untuk memulai kembali.
Saya belum menyadari pada saat itu, tapi ternyata bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang pernah bisa terjadi pada saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula lagi, ragu-ragu tentang segalanya. Hal itu mengantarkan saya untuk memasuki salah satu periode paling kreatif dalam hidup saya.
Selama lima tahun berikutnya, saya memulai sebuah perusahaan bernama NeXT, perusahaan lain bernama Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Dalam gilirannya peristiwa luar biasa, Apple membeli NeXT, dan saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa.
Saya cukup yakin semua ini tidak akan terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Terkadang hidup memukul kepala Anda dengan batu bata. Jangan kehilangan keyakinan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Benar-benar mencintai pekerjaan anda secara tulus seperti mencintai kekasih anda (ketulusan, mungkin klise dan kasat mata, tapi inilah yang dilihat hati dengan jelas, sejelas cahaya--iftirar). Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup Anda, dan satu-satunya cara untuk benar-benar puas adalah meyakini bahwa pekerjaan anda adalah pekerjaan besar. Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar adalah mencintai apa yang Anda lakukan. Jika Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan cepat puas. Karena ini adalah masalah hati, Anda akan tahu bila Anda telah menemukannya. Dan, seperti hubungan yang hebat, akan semakin baik dan lebih baik lagi bersama tahun yang bergulir (saya percaya cinta dan kebahagiaan adalah dua sisi yang hidup berdampingan; di mana ada cinta, di sana ada kebahagiaan. Dan cinta selalu mendatangkan bahagia--iftirar). Jadi, teruslah mencari sampai Anda menemukannya. Jangan cepat puas.
Cerita ketiga saya adalah tentang kematian.
Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Jika setiap hari Anda hidup seolah-olah itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari Anda pasti benar” Itu membuat kesan pada saya, dan sejak itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat di cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya ingin melakukan apa yang harus saya lakukan hari ini? ” Dan jika jawabannya berhari-hari adalah “tidak” secara berturut-turut, saya tahu saya perlu mengubah sesuatu.
Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah alat yang paling penting yang pernah saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar dalam hidup. Karena hampir segala sesuatu – semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal – hal-hal ini tidak ada artinya saat menghadapi kematian, meninggalkan hanya apa yang benar-benar penting. Mengingat bahwa Anda akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir Anda harus kehilangan sesuatu. Anda sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.
Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas (hahahaha, obviously you are kidding, sir!--iftirar). Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah kanker yang tidak dapat disembuhkan, dan bahwa saya harus mengharapkan hidup tidak lebih dari tiga sampai enam bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan semua urusan saya, yang merupakan isyarat dokter untuk mempersiapkan kematian. Ini berarti untuk mencoba memberitahu anak-anak Anda, semua hal – yang sebelumnya Anda pikir akan Anda sampaikan selama 10 tahun ke depan – dalam waktu beberapa bulan. Ini berarti untuk memastikan segalanya akan diatur sehingga akan semudah mungkin bagi keluarga Anda. Ini berarti mengucapkan selamat tinggal.
Saya hidup dengan diagnosa itu sepanjang hari. Malam itu saya dibiopsi, di mana mereka memasukkan endoskop ke tenggorokan saya, melalui perut saya dan ke dalam usus saya, menaruh jarum ke pankreas saya dan mendapat beberapa sel dari tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter mulai menangis karena ternyata menjadi bentuk yang sangat jarang dari kanker pankreas yang dapat disembuhkan dengan operasi. Saya telah dioperasi dan saya baik-baik saja sekarang.
Ini adalah terdekat saya dengan kematian, dan saya berharap itu yang paling dekat saya dapatkan untuk beberapa dekade lagi. Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa mengatakan ini dengan yakin kepada Anda, sedikit lebih daripada ketika kematian hanya murni berguna sebagai konsep intelektual:
Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun kematian adalah tujuan kita semua. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Ini adalah agen perubahan dalam kehidupan. Kematian membersihkan yang lama untuk membuka jalan bagi yang baru. Sekarang yang baru adalah Anda, tapi suatu hari tidak terlalu lama dari sekarang, Anda secara bertahap akan menjadi tua dan dibersihkan. Maaf bila terlalu dramatis, tetapi ini sangat benar.
Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan hidup sebagai orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma – yaitu hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan suara pendapat orang lain menenggelamkan suara batin Anda sendiri. Dan yang paling penting, miliki keberanian untuk mengikuti hati dan intuisi. Entah bagaimana hati dan intuisi Anda sudah tahu apa yang benar-benar Anda inginkan. Selain itu tidak penting.
Ketika saya masih muda, ada sebuah publikasi yang luar biasa disebut The Whole Earth Catalog, yang merupakan salah satu buku wajib dari generasi saya. Buku itu dibuat oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini, di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Ini adalah akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Itu seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya idealis, dan penuh dengan informasi berguna dan ungkapan-ungkapan hebat.
Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi The Whole Earth Catalog, dan ketika mencapai akhirnya, mereka membuat edisi final. Saat itu pertengahan 1970-an, dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto suasana jalan pedesaan di pagi hari, di mana Anda bisa menumpang kendaraan yang lewat jika Anda tipe petualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry Stay Foolish” Itu adalah pesan perpisahan mereka. Stay Hungry. Stay foolish. Dan saya selalu mengharapkan diri saya seperti itu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya juga mendoakan Anda.
Stay Hungry. Stay Foolish.
Teks pidato yang disampaikan oleh Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studios, pada tanggal 12 Juni 2005.
Wednesday, October 12, 2011
Ksatria, Puteri, Bintang Jatuh, Aurora
Sang Puteri naik ke langit.
Ksatria kebingungan.
Ksatria pintar naik kuda dan bermain pedang,
tapi tidak tahu caranya terbang.
Ksatria keluar dari kastil untuk belajar terbang pada kupu kupu.
Tetapi kupu kupu hanya bisa menempatkannya di pucuk pohon.
Ksatria lalu belajar pada burung gereja.
Burung gereja hanya mampu
mengajarinya sampai ke atas menara.
Ksatria kemudian berguru pada burung elang.
Burung elang hanya mampu membawanya ke puncak gunung.
Tak ada unggas bersayap yang mampu terbang lebih tinggi lagi.
Ksatria sedih, tapi tak putus asa.
Ksatria memohon pada angin.
Angin mengajarinya berkeliling mengitari bumi,
lebih tinggi dari gunung dan awan.
Namun Sang Puteri masih jauh di awang awang,
dan tak ada angin yang mampu menusuk langit.
Ksatria sedih dan kali ini ia putus asa.
Sampai satu malam ada Bintang Jatuh
yang berhenti mendengar tangis dukanya.
Ia menawari Ksatria untuk mampu melesat secepat cahaya.
melesat lebih cepat dari kilat dan setinggi sejuta langit
dijadikan satu.
Namun kalau Ksatria tak mampu mendarat tepat di Puterinya,
maka ia akan mati.
Hancur dalam kecepatan yang membahayakan,
menjadi serbuk yang membedaki langit, dan tamat.
Ksatria setuju. Ia relakan seluruh kepercayaannya pada Bintang Jatuh
menjadi sebuah nyawa.
Dan ia relakan nyawa itu bergantung
hanya pada serpih detik yang mematikan.
Bintang Jatuh menggenggam tangannya.
“Inilah perjalanan sebuah Cinta Sejati,” ia berbisik,
“tutuplah matamu, Ksatria. Katakan untuk berhenti begitu hatimu
merasakan keberadaannya.”
Melesatlah mereka berdua.
Dingin yang tak terhingga serasa merobek hati Ksatria mungil,
namun hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya…."Berhenti!”
Bintang Jatuh melongok ke bawah,
dan ia pun melihat sesosok puteri cantik yang kesepian.
Bersinar bagaikan Orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati.
Dilepaskannya genggaman itu.
Sewujud nyawa yang terbentuk atas cinta dan percaya.
Ksatria melesat menuju kehancuran.
Sementara Sang Bintang mendarat turun
untuk dapatkan Sang Puteri.
Ksatria yang malang.
Sebagai balasannya, di langit kutub dilukiskan Aurora.
Untuk mengenang kehalusan
dan ketulusan hati Ksatria.
Dicuplik dari Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh oleh Dee Lestari
Saturday, October 1, 2011
Rectoverso
Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antar muka dan depan. Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari-hari adalah ikon gambar di lembar uang kertas. Misalkan, ada sebuah rectoverso yang secara utuh berupa lingkaran di dalamnya ada lima kelopak, berjajar teratur, dan berpusat pada satu titik tengah.
Di satu sisi kertas, gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. Di sisi lain, adalah gambar lingkaran dengan dua kelopak, yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuh, lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.
Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso. Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampa, seakan-akan ada sesuatu hilang dari dirinya dan tidak tahu apa. Lalu mereka mencari, dan mencari. Keluar dari inti mereka sendiri, dan kemudian tersesat. Dengan bermacam-macam cara mereka lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan “sesuatu” yang hilang itu, yang kebanyakan mereka anggap di “luar” sana.
Manusia memang seolah didesain untuk menunaikan satu misi: mencari tahu asal-usul mereka. Demi kembali merasakan keutuhan itu, yang niscaya akan membuat mereka berhenti merasa kecil dan teralienasi di tengah megahnya jagat raya.
Lalu, bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang artinya, kita tidak perlu kemana-mana. Yang artinya lagi, untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih-benih pemecah-belah dalam pikiran kita, maka rectoverso akan tampil. Yang artinya lagi (dan lagi), apa yang kita ingin cari tidak berada di luar sana. Sebaliknya, sangat dekat, tak berjarak. Temukan kenop kita, dan putar. Lihat dengan cara yang lain.
Berhentilah merasa hampa. Berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak-teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bertingkah seperti ikan di dalam kolam yang malah mencari-cari air. Apa yang kita butuhkan semuanya sudah tersedia. Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi apa yang sudah penuh. Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain. Tinggal kemauan kita untuk mampu menyadarinya, atau tidak.
Temukan kenop kita, dan putar!
Dikutip dari Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh karya Dee Lestari
Thursday, September 22, 2011
Muslim Modern
Muslim Modern oleh Mustofa Bisri
Kaum muslimin pun modern
Lihat, mereka berwudhu dengan tisu basah berparfum
Berjumpalitan di kantor dengan tak lupa shalat tahiyyatul kantor
Imam dan Khatibnya cukup televisi 50 inci
tak memerlukan uang transport atau gaji
Kaum muslimin pun modern
Lihat, mereka mendapatkan jodoh
melalui komputer biro jodoh
Dan mereka kawin via telepon
dengan penghulu tape-recorder
dan mas kawin kartu kredit
Mereka berkomunikasi jarak jauh
dengan bahasa-bahasa yang saling menyentuh
Mereka tak lagi berbeda pendapat
karena berbeda pendapat menghabiskan energi
dan tidak praktis sama sekali
Mereka menggantinya dengan kebencian dan permusuhan
toh senjata-senjata mutakhir siap dipergunakan
mulai caci maki tajam hingga rudal-rudal kejam
Kaum muslimin pun modern
Bukan, bahkan agaknya sejak lama sekali
Mereka sendiri sudah merupakan robot-robot sejati
ps. Let's identify ourself! *Ambil kaca besar-besar dan bercermin lama-lama*
Sunday, September 4, 2011
Doa
Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
Dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas payah terik
Angin malam menghembus lemah, menyejuk badan, melambung
rasa menanyang pikir, membawa angan ke bawah kursimu.
Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang memasang lilinnya.
Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai sedap-malam menyirak kelopak
Aduh, kekasihku, isi hatiku dengan katamu, penuhi dadaku dengan cahayamu, biar bersinar mataku sendu, biar berbinar gelakku rayu!
Friday, September 2, 2011
Kata Mutiara
di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti
dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa
setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak
kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur
tak akan kena sasaran
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali
dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Imam Syafii
(767-820 M)
*Imam Syafii adalah ahli hukum Islam yang meninggal di Mesir pada tahun 819 Masehi. Dia berguru kepada Imam Malik di Madinah dan pemikirannya dikenal luas dengan Madzhab Syafii.
**Kata mutiara ini dikutip dari Negeri 5 Menara karya A. Fuadi