Tuesday, June 10, 2008

Resume Muslimah Menyambut Ramadhan

ini sedikit resume dari buku "Muslimah Menyambut Ramadhan" karya Abu Anas Husein bin Ali Al-Aliy’. Harganya murah loh, hanya Rp.8000. Even that, isinya nggak kalah sama buku-buku Ramadhan lainnya.

Buku yang ditulis oleh Abu Anas Husein bin Ali Al-Aliy’ ini menyampaikan secara gamblang perihal mekanisme muslimah dalam memasuki bulan istimewa, Ramadhan. Dalam muqoddimahnya, Abu Anas mengatakan bahwa bulan Ramadhan merupakan kesempatan emas bagi kaum muslimah untuk menjadi pribadi yang bertakwa. Karenanya, Abu Anas mencoba memberikan pengetahuan kepada kita mengenai tata cara, (adab), hukum, serta saran untuk kaum muslimah.

Buku yang diberi pengantar oleh Dr. Hidayat Nur Wahid ini memiliki 32 bab di dalamnya termasuk muqodiimah. Bab-bab itu ialah:

a. Bagaimana Muslimah Menyambut Ramadhan

Ada empat kiat dalam menyambut Ramadhan, yakni: perasaan senang serta gembira, berdoa, memadai diri dengan pengetahuan dan fiqih seputar Ramadhan, dan memiliki tekad yang kuat.

b. Rencana Memanfaatkan Ramadhan

Dapat dilakukan dengan tiga hal, yakni: memperbanyak bacaan Al-Qur’an, mengurangi tidur, serta sikap tawazun (seimbang dan tidak berlebih-lebihan).

c. Wanita dan Masjid

Ada enam adab ketika muslimah masuk dalam masjid, yakni: masuk dengan mendahulukan kaki kanan, disunatkan shalat tahiyyatul masjid, memuliakan masjid dan tidak mengotorinya, meluruskan shaf dan merapatkannya, tidak berisik ketika berada di dalam masjid, serta tidak memakai wangi-wangian ketika pergi ke mesjid. Jika hal itu tidak dilakukan, maka shalat di rumah lebih afdhal bagi kaum muslimah.

d. Wanita dan Shalat Tarawih

Kaum wanita wajib untuk mengenakan jilbab dan tidak tabbaruj, tidak mengenakan wangi-wangian, tidak meninggikan suara, serta tidak menampakkan perhiasan.

e. Nasihat untuk Wanita Selama Bulan Ramadhan

Ada empat hal yang harus diperhatikan oleh muslimah, yakni: mayoritas waktu digunakan untuk beribadah, mengarahkan dan membiasakan anak-anak pada pemanfaatan waktu, tidak berlebih-lebihan dalam makanan, serta menunaikan shalat tepat pada waktunya.

f. Persamaan Pria dan Wanita dalam Kewajiban dan Pahala

Allah berfirman dalam Qur’an surat An-Nahl ayat 97, “Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih baik laki-laki maupun perempuan dan keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” Karenanya, wajib bagi muslimah untuk menjalankan perintah yang diberikan oleh Allah SWT.

g. Wanita Muslimah dan Jalan Menuju Syurga

Penting sekali bagi kaum wanita untuk mendapatkan ridha suami dalam jalan menuju ridho Allah dan syurga.

h. Islam Diperangi Lewat Pengrusakan Wanita

Ada tiga cara menanggulangi ghazul fikr terhadap kaum wanita, yakni: komitmen terhadap agamanya, mengajak wanita lain terhadap komitmen ini, dan mendalami ajaran Islam dengan ilmu pengetahuan.

i. Metode Musuh Islam Merusak Wanita Muslimah

Ada delapan metode yang digunakan kaum kafir untuk merusak wanita, yakni: media, kebebasan yang mutlak, lepas dari adab dan nilai, menjadikan orang-orang yang rusak moralnya sebagai idola, mengikuti mode, ikhtilath (bercampur baur), mengajari wanita teknik merayu, serta menggalakkan perkenalan para pemuda dan pemudi.

j. Wanita Muslimah dan Pasar

Tempat yang dibenci Allah ialah pasar. Karenanya, untuk memasukinya, ada empat ketentuan yang harus diperhatikan, yakni: jangan pergi ke pasar, kecuali kebutuhan mendesak, ditemani dengan mahram, jika terjadi tawar-menawar dengan pria, usahakan yang melakukan itu mahramnya (berat nih!), dan dilarang membebani suami di luar kesanggupannya.

k. Sudahkah Anda Mengeluarkan Zakat Perhiasan?

Jika perhiasan kita telah memasuki usia setahun, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 persen.

l. Hukum yang Berkaitan dengan Wanita pada Bulan Ramadhan

Dalam bab ini diterangkan hukum-hukum yang berkaitan dengan wanita, misalnya tidak batal puasa akibat: lupa lalu makan dan minum, menggosok gigi pada siang hari, berenang, memasukkan obat (cairan) ke dalam mata (berarti pakai softlense boleh nih!), atau mencabut gigi ketika berpuasa.

m. Siapakah Wanita Calon Penghuni Syurga?

Ada tiga kriterianya, yakni: al-waduud (yang pintar berkasih-sayang terhadap suaminya), al-waluud (yang banyak melahirkan anak), al-‘auud (yang kembali pada suaminya). Semoga kita memiliki ketiga sifat tersebut (amiiin!).

n. Wanita dan Kemungkaran dalam Rumah

Banyak kemungkaran terjadi di dalam rumah tangga dan akibatnya terjadi perceraian serta rusaknya akhlak anak-anak. Karenanya, sebagai wanita hendaklah kita beriman kepada Allah SWT dan menjaga diri dari api neraka.

o. Kemungkaran Apa yang Terdapat dalam Rumah (1)?

Ada tiga bentuk kemungkaran dalam rumah, yakni: televisi, ikhtilath (ingatlah, sepupu itu termasuk mahram!), gambar dan patung-patung yang diharamkan (kalau boneka gimana ya?)

p. Kemungkaran Apa yang Terdapat dalam Rumah (2)?

Kemungkaran lainnya dalam rumah tangga ialah kehadiran pembantu dan sopir pribadi dan tidak memperhatikan syariatnya serta terdidiknya putra dan putri kita dalam tangan nonmuslim.

q. Kemungkaran Apa yang Terdapat dalam Rumah (3)?

Ada tiga kemungkaran ketika muslimah membaca majalah wanita yang tidak memerhatikan nilai dan moral, yakni: penggunaan waktu dengan hal yang sia-sia dan tidak bermanfaat, bergejolaknya hati dengan cinta dan khayalan yang tak berkesudahan, rusaknya moral dan akhlak putra-putri kita.

r. Inginkah Anda Bersedekah?

Sedekah, ibadah harta, pembersih jiwa, penyuci hati, dan penghubung tali silaturrahim yang paling efektif. Mari bersedekah!

s. Beberapa Kaidah tentang Nafkah

Ada dua hal yang harus diperhatikan mengenai nafkah yakni nafkah haruslah dari harta yang halal dan baik. Selain itu, tidak berlebih-lebihan dalam memberi nafkah (tawazun).

t. Hijab (Jilbab) Antara Pemahaman yang Benar dan yang Salah

Hijab wanita muslimah pada hakikatnya adalah kumpulan hukum-hukum Illahi untuk menjaga kesucian, kewanitaan, kehormatan, dan agama wanita muslimah. Intinya jilbab menjadikan wanita muslimah mudah dikenali dan tidak diganggu seperti tertera dalam Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59.

u. Kriteria Hijab Islami

Ada enam kriteria jilbab yang syar’I, yakni: menutup aurat (tidak ada tawar-menawar!), tebal (tidak tembus pandang), tidak menampakkan perhiasan, longgar (tidak sempit dan tidak menampakkan lekuk-lekuk tubuh), tidak memakai wangi-wangian dan membangkitkan hasrat kaum pria yang bukan mahram, serta tidak menyerupai pakaian kaum pria.

v. Milik Wanita yang Paling Cantik

Milik wanita yang paling cantik bukanlah pakaian atau perhiasannya tetapi rasa malunya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap agama ada akhlaknya, dan akhlak Islam adalah rasa malu” (HR. Muslim).

w. Bersama Al-Qur’an di Bulan Qur’an

Ada delapan adab ketika membaca Qur’an, yakni: mengikhlaskan niat pada Allah SWT, menghadirkan hati, bersuci dari hadas besar dan kecil, tidak membaca Qur’an di tempat kotor, berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk sebelum membacanya, memperbaiki suara ketika membaca Qur’an, membaca Qur’an dengan tartil, serta sujud ketika membaca ayat sajadah.

x. Umrah pada Bulan Ramadhan

Di antara kesempatan besar untuk lebih menambah taqarrub kepada Allah ta’ala pada bulan Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Rasulullah SAW bersabda, “Umrah pada bulan Ramadhan nilainya lebih seperti haji.” (HR. Bukhari). Karena itu, Rasulullah menganjurkan agar kita berumrah pada bulan Ramadhan.

y. Risalah Kepada Pendidik Generasi

Setiap anak, baik ia buruk atau bagus akhlaknya, memiliki andil seorang ibu di dalamnya. Karenanya, sebagai calon ibu, kita harus bersungguh-sungguh dalam berjuang, berjihad, sabar, tekun, dan berjiwa besar dalam mendidik dan mengarahkan anak-anak.

z. Majelis Nisaiyah (Majelis Kaum Wanita)

Ada dua adab yang perlu diperhatikan ketika seorang muslimah menghadiri majelis ilmu, yakni niat yang baik serta menghidupkan sunnah dan adab-adab Islami seperti memberi dan menjawab salam, berdzikir kepada Alah dan bershalawat kepada Rasullullah, dan membicarakan hal-hal yang positif serta tidak berghibah.

aa. Hak-hak Anak

Ada delapan hak anak yang harus diperhatikan, yakni: menjaga mereka dari syetan sebelum lahir, adzan pada telinga anak, memberi anak nama yang baik, aqiqah dan mencukur rambutnya, nafkah, tarbiyah dan pendidikan, menyayangi anak dan lemah-lembut terhadapnya, serta tidak membeda-bedakan di antara mereka.

bb. Doa Muslimah Sejati

Beberapa contoh doa dalam Al-Qur’an ialah:
“Ya Tuhan kami, kabulkanlah (amal-amal) kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui”.
“Ya Tuhan kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan lindungilah kami dari azab neraka.”
“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku, maka ampunilah aku.”

cc. Wanita Muslimah dan Idul Fitri

Ada empat hal yang harus diperhatikan muslimah dalam hari raya Idul Fitri, yakni: membayar zakat fitrah, bertakbir, menghadiri shalat idul fitri, serta makan sebelum berangkat Idul Fitri.

dd. Pasca Ramadhan

Semoga Ramadhan dapat menjadi momentum baru untuk memulai hidup yang lebih Islami. Momentum untuk bertaubat dan kembali pada Allah seikhlas mungkin. Lembaran baru untuk hidup serius sebagai da’iyah. Semangat baru untuk memikirkan masalah-masalah besar dan agung, dan menjauhi masalah-masalah sepele dan tidak bermanfaat.

ee. Puasa Enam Hari pada Bulan Syawwal

Setelah Idul Fitri, disyariatkan bagi seluruh muslim (termasuk muslimah) untuk berpuasa selama enam hari di bulan Syawal.
Buku yang sangat bagus, tapi sayang banyak kesalahan dalam penulisan kata atau huruf di dalamnya. Ala kulli hal, semoga kita—sebagai bagian dari muslimah—mampu meraih gelaran tertinggi dari perjuangan selama Ramadhan yang kian menjelang.

3 comments:

sarah kk said...

wah teh KiPin (kiki Pintar) makasih ya, resumenya aku copy buat dibaca juga he..he..coz aku cari-cari tuh buku eweuh!!

ramz said...

Bermanfaat sekali artikenya, terima kasih.....

Iftirar said...

iya sama2 semuanya :)